Sabtu, 04 Mei 2013

Manajemen Kaji Tindak

Manajemen Kaji Tindak Dalam Penyuluhan Pertanian
Kaji tindak adalah pengkajian masalah penyuluhan dengan melakukan kegiatan identifikasi masalah penyusunan rencana kegiatan serta melaksanakan tindak lanjut masalahnya, Guna memecahkan masalah tersebut, Penyuluh Pertanian sebagai Fasilitator dan Dinamisator diharapkan mampu memfasilitasi pelaku utama dan pelaku  usaha dalam memecahkan masalah tersebut serta mengembangkan  Pertanian berwawasan lingkungan yang maju, modern dan berkelanjutan dengan menerapkan berbagai metode penyuluhan pertanian.
Kaji Tindak merupakan satu metode yang dapat mengembangkan kapasitas inovasi para penyuluh agar secara bersama-sama menelaah dan memodifikasi inovasi teknologi pengembangan agribisnis berbasis komoditi unggulan sesuai dengan kebutuhan petani. Untuk kelancaran pelaksanaan Kaji Tindak diperlukan adanya pedoman pelaksanaan agar tim bisa bekerja dan berinteraksi dengan berbagai pihak di lapangan.
Kaji Tindak sebagai salah satu metode Penyuluhan Pertanian yang dapat digunakan Tim Penyuluh Pertanian agar melakukan pengkajian dengan melakukan kegiatan identifikasi masalah, penyusunan rencana kegiatan,serta melaksanakan tindak lanjut pemecahan masalahnya serta dapat mengembangkan kapasitas inovasi para penyuluh agar secara bersama-sama menelaah dan memodifikasi inovasi teknologi pengembangan agribisnis berbasis komoditi unggulan sesuai dengan kebutuhan petani.Kegiatan Kaji Tindak ini merupakan wadah pembelajaran bagi Penyuluh dan para petani yang masuk , mereka belajar dan diskusi teknologi di BP3K kemudian menindak lanjuti hasil diskusi itu dalam bentuk kaji Tindak dengan memanfaatkan lahan BP3K yang ada.
       Ada beberapa jenis Komoditi yang di tanam sesuai permintaan pasar di kegiatan kaji tindak komoditi yang telah diusahkan petani dan penyuluh belajar bersama-sama untuk mendapatkan teknologi yang tepat dan menguntungkan bagi petani
Masalah yang dihadapi petani dalam agribisnis  adalah :
  1. Semakin menurunnya produktivitas lahan sebagai akibat penggunaan lahan secara terus menerus tanpa pengembalian bahan organik berupa pupuk kompos maupun pupuk kandang.
  2. Pengendalian Hama / Penyakit hanya mengadalkan penggunaan Pestisida Kimia sintetis dengan biaya tinggi menyebabkan rendahnya tingkat pendapatan.
  3. Rendahnya mutu hasil .

           Ada beberapa tanaman yang diusahakan sudah dapat dipanen, masing-masing kelompok komoditi bertanggung jawab sampai pemasarannya dan nantinya dipersentasikan dan lokakarya evaluasi hasil sebagai pertanggung jawaban atas kegiatan tersebut apakan layak dan menguntungkan bila diusahakan oleh petani setempat
Sasaran didik dalam kajian tindak Penyuluh swadaya dan penyuluh swasta,Teknologi analisis  yang dikembangkan sesuai dengan potensi agroekosistem yang ada diwilayah itu .Narasumber terdiri dari Peneliti, penyuluh BPTP, widyaswara, penyuluh propinsi kabupaten, petugas teknis Dinas propinsi kabupaten, dan praktisi agribisnis
Tujuan kajian
  1. Meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian sebagai fasilitator pengembangan agribisnis yg berbasisi teknologi spesifik lokalita
  2. Mengembangkan agribisnis berbasis inovasi teknologi spesifik lokalita yg mempunyai basis usaha agribisnis yg jelas di Balai Penyuluhan (BP3K)
  3. Memanfaatkan Balai Penyuluhan (BP3K) lokasi P3TIP/FEATI sebagai pemberi layanan informasi agribisnis (klinik agribisnis)

Metode Pembelajaran
  1. Loka karya perencanaan
  2. Diskusi kelompok terarah
  3. Percontohan dilahan Balai Penyuluhan (BP3K)
  4. Loka karya evaluasi

Penyuluh lainnya yang berada di BP3K sesuai dengan keahlian dan pengembangan agribisnis di Desa binaannya yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan kaji tindak tekknik pembelajaran.Pada kaji tindak waktu pelaksaan tidak begitu lama ,sesuai dengan teknologi yang  disampaikan dalam Pelaksanaan kegiatan di tentukan / terjadwal sedangkan Materi Ditentukan oleh pelaksana kegiatan (BP3K),dan ditentukan berdasarkan kekurang mampuan kerja penyuluh,Pembiayaan dana dari Swakelola APBN/APBD, Evaluasi kajian Sedangkan pada kaji tindak evaluasi dilaksanakan pada akhir kegiatan
Meningkatkan keterampilan dan kapasitas kemampuan penyuluh pertanian lapangan sebagai motor penggerak dalam mengembangkan agribisnis yang berbasis teknologi spesifik lokalita sehingga dapat dijadikan indikator dan acuan bagi seluruh masyarakat petani di Wilayah Kerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) merupakan salah satu tujuan dilaksanakannya Kaji Tindak Agribisnis tanaman. BPP dalam fungsinya memberikan pelayanan dan informasi teknologi yang dapat dideseminasikan kepada pelaku utama (para petani) dan pelaku usaha.    Melalui Program Pemberdayaan Petani Melalui Teknologi dan Informasi Pertanian (P3TIP) dari Kantor Informasi Penyuluhan Pertanian (KIPP) Kabupaten , BPP merancang suatu tekniologi spesifik lokalita yaitu dengan membudidayakan tanaman.
METODE KAJIAN
1. Lokasi dan Objek Kajian
2. Jenis Data
Jenis data yang dibutuhkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari lapangan yang berpedoman pada kuesioner yang sudah dipersiapkan sebelumnya, sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan instansi terkait, baik di pusat maupun di daerah.
3. Penarikan Sampel
Penarikan sampel (sampling) dilakukan dengan purposive atas BMT yang berada di lingkungan lembaga-lembaga keagamaan.
4. Model Analisis.Data yang sudah terkumpul dari lapangan akan dianalisis dengan menggunakan analisa deskriptif.
5. Organisasi Pelaksana dan Pembiayaan Kajian ini ditangani satu tim yang terdiri dari Koordinator, Peneliti, Asisten Peneliti dan Staf Administrasi yang dibiayi dari Anggaran Pembangunan Belanja Negara



MANAJEMEN KAJI TERAP

PENGANTAR
Kaji  terap adalah tes bahan informasi pertanian dan merupakan metode penyuluhan pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petani-nelayan dalam memilih paket teknologi usahatani yang telah direkomendasikan sebelum didemonstrasikan dan atau dianjurkan.  Pelaksanaan kaji terap ini dilaksanakan pada kondisi petani – nelayan yang sebenarnya, dengan bimbingan penyuluh pertanian dari dinas lingkup pertanian yang terkait.  Materi teknologi dalam kegiatan kaji terap diperoleh melalui penyelenggaraan ”Temu Tugas”. 

 Temu tugas adalah pertemuan berkala antara pengemban fungsi penyuluhan, penelitian, pengaturan dan pelayanan dalam rangka pemberdayaa petani-nelayan beserta keluarganya.  Tujuannya adalah untuk menghimpun bahan informasi pertanian berupa hasil penelitian, kebijakan pengaturan/pelayanan, masalah-masalah yang memerlukan pemecahan segera.  Selain itu pula bertujuan untuk memperoleh kesepakatan dalam rangka penyelenggaraan kaji terap sekaligus untuk penyampaian umpan balik.

Tujuan

1)   Meyakinkan  kesesuaian paket teknologi usahatani dengan kebutuhan dan kemampuan serta kondisi agroekosistem petani-nelayan di wilayah dimana kaji terap dilaksanakan

2)   Mempercepat penyebaran informasi paket teknologi pertanian yang telah direkomendasikan secara umum


Kegunaan

1)   Mengurangi  resiko kegagalan usahatani-nelayan melalui pemilihan  paket teknologi yang paling sesuai baik ditinjau dari segi teknis maupun secara ekonomi.
2)   Meningkatkan keyakinan pelaksana kaji terap yaitu petani-nelayan mengenai paket teknologi usahatani yang akan diterapkan oleh petani nelayan
3)   Menghimpun serta memberikan umpan balik kepada lembaga penelitian dan instansi terkait dalam pengembangan paket teknologi usahatani
4)   Menyiapkan petani-nelayan untuk menjadi demonstrator yang bersifat motivator dan atau pelatih/petani pemandu bagi petani-nelayan

Manfaat

1)   Dapat  merangsang petani-nelayan atau petani – nelayan lainnya untuk menerapkan paket teknologi tersebut dalam usahataninya
2)   Keberhasilan kaji terap menunjukkan bahwa paket teknologi tersebut sesuai dengan situasi dan usahatani para petani

Penyelenggaraan  dan Pelaksanaan
a.  Persyaratan
(1)  Materi
v  Materi harus mempunyai dampak pada pemecahan masalah, peningkatan  dan pengembangan usahatani ke arah yang lebih produktif dan ekonomis
v  Materti berasal dari hasil penelitian/pengkajian/telaahan peneliti, penyuluh atau teknologi baru yang dihasilkan oleh petani
(2) Metode Pelaksanaan
v  Sederhana
v  Mudah dimengerti
(3) Lokasi
v  Di lahan petani
v  Memiliki kondisi agroekosistem yang sesuai
(4) Pelaksana
v  Petani pelaksana kaji terap harus memiliki kemauan yang tinggi untuk maju dan menerima inovasi baru
v  Petani pelaksana mampu bekerjasama dengan para penyuluh/peneliti baik dalam menyelenggarakan kaji terap maupun penyebar luasannya
v  Petani pelaksana yang berwibawa dan mempunyai reputasi baik didaerah sekitarnya

b.  Tatalaksana
(1)  Persiapan
v  Perencanaan yang meliputi penetapan materi berupa hasil penelitian oleh pusat dan balai penelitian komoditas, lembaga penelitian swasta, perguruan tinggi, atau dari petani sendiri.   Penyiapan dan penetapan materi dilakukan  melalui temu tugas.
v  Penetapan demonstrator, lokasi, pembimbing, jadwal kegiatan dan pembiayaan
(2) Pelaksanaan
v  Pertemuan dan musyawarah antara peneliti, penyuluh dan dinas-dinas lingkup pertanian yang terkait serta kontani-nelayan pelaksana
v  Penyediaan sarana produksi
v  Penunjukan teknik budidaya oleh pembimbing kepada petani-nelayan pelaksana
v  Pencatatan harian kegiatan dan kegiatan usahatani yang berfungsi untuk mencatat kejadian-kejadian/kelainan-kelainan yang terjadi selama kegiatan berlangsung untuk disampaikan kepada penyuluh pembimbing.  Hal ini diperlukan untuk memudahkan penganalisaan dana dapat dilakukan tindakan korektif sesegera mungkin.
Selain itu juga dilakukan pencatatan terhadap tenaga kerja, waktu dan biaya yang digunakan dalam kegiatan kaji terap mulai dari persiapan sampai pada pengolahan hasil
Selanjutnya dilakukan pengolahan hasil/perlakuan pasca panen terhadap produksi yang diperoleh

Pembinaan

1.  Tingkat Pusat
v  Penyusunan pedoman dan petunjuk pelaksanaan kaji terap
v  Pengendalian dan pembinaan kaji terap
v  Pembinaan petugas tingkat propinsi
v  Supervisi lapangan

2.  Tingkat  Provinsi
v  Penjabaran pedoman ke dalam juklak dan juknis
v  Pembinaan operasional penyelenggaraan dan pelaksanaan kaji terap
v  Supervisi lapangan

3.   Tingkat Kabupaten
v  Bimbingan musyawarah dalam menyusun rencana untuk keperluan penyelenggaraan kaji terap
v  Bimbingan teknis di lapangan terutama dalam alih teknologi dan masing-masing sub sektor lingkup pertanian
v  Bimbingan organisasi dan administrasi dalam mengembangkan kerjasama antar petani-nelayan dalam satu kelompok




Pemantauan dan Evaluasi

1. Pemantauan
Untuk  mengetahui perkembangan pelaksanaan lapangan, permasalahan dan hasil kaji terap dilakukan pemantauan oleh penyuluh pertanian secara teratur dan berkesinambungan.  Pemantauan perkembangan penyelenggaraan dan pelaksanaan dilakukan mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten dan lapangan.  Pemantauan oleh penyuluh pertanian dapat dilakukan melalui pengamatan lapangan secara langsung selama pelaksanaan kaji terap atau menganalisa data dan laporan yang diterima oleh pelaksana kaji terap.

2. Evaluasi
Evaluasi dapat dilakukan selama kegiatan berlangsung dan pada waktu kegiatan telah selesai.  Hal-hal yang dievaluasi adalah materi pelaksanaan, lokasi dan biaya penyelenggaraan serta dampak dari penerapan paket teknologi tersebut terhadap produktivitas usahatani serta pendapatannya.

2. Pembuatan Media
Pembuatan media khusus menyajikan hasil kegiatan kaji terap dalam bentuk Lembaran Informasi Pertanian (LIPTAN) sebagai suatu upaya menyebarluaskan informasi teknologi pertanian.

3. Kelemahan
a.  Kurang dapat menyerap peserta
b.  Membutuhkan biaya yang cukup besar.



MANAJEMEN KAJI TERAP

PENGANTAR
Kaji  terap adalah tes bahan informasi pertanian dan merupakan metode penyuluhan pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petani-nelayan dalam memilih paket teknologi usahatani yang telah direkomendasikan sebelum didemonstrasikan dan atau dianjurkan.  Pelaksanaan kaji terap ini dilaksanakan pada kondisi petani – nelayan yang sebenarnya, dengan bimbingan penyuluh pertanian dari dinas lingkup pertanian yang terkait.  Materi teknologi dalam kegiatan kaji terap diperoleh melalui penyelenggaraan ”Temu Tugas”. 

 Temu tugas adalah pertemuan berkala antara pengemban fungsi penyuluhan, penelitian, pengaturan dan pelayanan dalam rangka pemberdayaa petani-nelayan beserta keluarganya.  Tujuannya adalah untuk menghimpun bahan informasi pertanian berupa hasil penelitian, kebijakan pengaturan/pelayanan, masalah-masalah yang memerlukan pemecahan segera.  Selain itu pula bertujuan untuk memperoleh kesepakatan dalam rangka penyelenggaraan kaji terap sekaligus untuk penyampaian umpan balik.

Tujuan

1)   Meyakinkan  kesesuaian paket teknologi usahatani dengan kebutuhan dan kemampuan serta kondisi agroekosistem petani-nelayan di wilayah dimana kaji terap dilaksanakan

2)   Mempercepat penyebaran informasi paket teknologi pertanian yang telah direkomendasikan secara umum


Kegunaan

1)   Mengurangi  resiko kegagalan usahatani-nelayan melalui pemilihan  paket teknologi yang paling sesuai baik ditinjau dari segi teknis maupun secara ekonomi.
2)   Meningkatkan keyakinan pelaksana kaji terap yaitu petani-nelayan mengenai paket teknologi usahatani yang akan diterapkan oleh petani nelayan
3)   Menghimpun serta memberikan umpan balik kepada lembaga penelitian dan instansi terkait dalam pengembangan paket teknologi usahatani
4)   Menyiapkan petani-nelayan untuk menjadi demonstrator yang bersifat motivator dan atau pelatih/petani pemandu bagi petani-nelayan

Manfaat

1)   Dapat  merangsang petani-nelayan atau petani – nelayan lainnya untuk menerapkan paket teknologi tersebut dalam usahataninya
2)   Keberhasilan kaji terap menunjukkan bahwa paket teknologi tersebut sesuai dengan situasi dan usahatani para petani

Penyelenggaraan  dan Pelaksanaan
a.  Persyaratan
(1)  Materi
v  Materi harus mempunyai dampak pada pemecahan masalah, peningkatan  dan pengembangan usahatani ke arah yang lebih produktif dan ekonomis
v  Materti berasal dari hasil penelitian/pengkajian/telaahan peneliti, penyuluh atau teknologi baru yang dihasilkan oleh petani
(2) Metode Pelaksanaan
v  Sederhana
v  Mudah dimengerti
(3) Lokasi
v  Di lahan petani
v  Memiliki kondisi agroekosistem yang sesuai
(4) Pelaksana
v  Petani pelaksana kaji terap harus memiliki kemauan yang tinggi untuk maju dan menerima inovasi baru
v  Petani pelaksana mampu bekerjasama dengan para penyuluh/peneliti baik dalam menyelenggarakan kaji terap maupun penyebar luasannya
v  Petani pelaksana yang berwibawa dan mempunyai reputasi baik didaerah sekitarnya

b.  Tatalaksana
(1)  Persiapan
v  Perencanaan yang meliputi penetapan materi berupa hasil penelitian oleh pusat dan balai penelitian komoditas, lembaga penelitian swasta, perguruan tinggi, atau dari petani sendiri.   Penyiapan dan penetapan materi dilakukan  melalui temu tugas.
v  Penetapan demonstrator, lokasi, pembimbing, jadwal kegiatan dan pembiayaan
(2) Pelaksanaan
v  Pertemuan dan musyawarah antara peneliti, penyuluh dan dinas-dinas lingkup pertanian yang terkait serta kontani-nelayan pelaksana
v  Penyediaan sarana produksi
v  Penunjukan teknik budidaya oleh pembimbing kepada petani-nelayan pelaksana
v  Pencatatan harian kegiatan dan kegiatan usahatani yang berfungsi untuk mencatat kejadian-kejadian/kelainan-kelainan yang terjadi selama kegiatan berlangsung untuk disampaikan kepada penyuluh pembimbing.  Hal ini diperlukan untuk memudahkan penganalisaan dana dapat dilakukan tindakan korektif sesegera mungkin.
Selain itu juga dilakukan pencatatan terhadap tenaga kerja, waktu dan biaya yang digunakan dalam kegiatan kaji terap mulai dari persiapan sampai pada pengolahan hasil
Selanjutnya dilakukan pengolahan hasil/perlakuan pasca panen terhadap produksi yang diperoleh

Pembinaan

1.  Tingkat Pusat
v  Penyusunan pedoman dan petunjuk pelaksanaan kaji terap
v  Pengendalian dan pembinaan kaji terap
v  Pembinaan petugas tingkat propinsi
v  Supervisi lapangan

2.  Tingkat  Provinsi
v  Penjabaran pedoman ke dalam juklak dan juknis
v  Pembinaan operasional penyelenggaraan dan pelaksanaan kaji terap
v  Supervisi lapangan

3.   Tingkat Kabupaten
v  Bimbingan musyawarah dalam menyusun rencana untuk keperluan penyelenggaraan kaji terap
v  Bimbingan teknis di lapangan terutama dalam alih teknologi dan masing-masing sub sektor lingkup pertanian
v  Bimbingan organisasi dan administrasi dalam mengembangkan kerjasama antar petani-nelayan dalam satu kelompok




Pemantauan dan Evaluasi

1. Pemantauan
Untuk  mengetahui perkembangan pelaksanaan lapangan, permasalahan dan hasil kaji terap dilakukan pemantauan oleh penyuluh pertanian secara teratur dan berkesinambungan.  Pemantauan perkembangan penyelenggaraan dan pelaksanaan dilakukan mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten dan lapangan.  Pemantauan oleh penyuluh pertanian dapat dilakukan melalui pengamatan lapangan secara langsung selama pelaksanaan kaji terap atau menganalisa data dan laporan yang diterima oleh pelaksana kaji terap.

2. Evaluasi
Evaluasi dapat dilakukan selama kegiatan berlangsung dan pada waktu kegiatan telah selesai.  Hal-hal yang dievaluasi adalah materi pelaksanaan, lokasi dan biaya penyelenggaraan serta dampak dari penerapan paket teknologi tersebut terhadap produktivitas usahatani serta pendapatannya.

2. Pembuatan Media
Pembuatan media khusus menyajikan hasil kegiatan kaji terap dalam bentuk Lembaran Informasi Pertanian (LIPTAN) sebagai suatu upaya menyebarluaskan informasi teknologi pertanian.

3. Kelemahan
a.  Kurang dapat menyerap peserta
b.  Membutuhkan biaya yang cukup besar.